Teknologi Digital Jadi Tantangan Dakwah Era Disrupsi

Home >Berita >Teknologi Digital Jadi Tantangan Dakwah Era Disrupsi
Diposting : Senin, 02 Dec 2019, 11:28:42 | Dilihat : 2072 kali
Teknologi Digital Jadi Tantangan Dakwah Era Disrupsi


HUMAS - Fakuktas Dakwah IAIN Jember menggelar Seminar Nasional bertajuk Dakwah dan Komunikasi Islam di Era Disrupsi, Jumat (29/11) di Aula Gedung Kuliah Tunggal. Seminar Nasional kali ini mengundang narasumber utama dari Universitas Airlangga, Prof Dr Mustain Mashud.

Dekan Fakultas Dakwah, Dr Ahidul Asror dalam sambutannya mengatakan, di era keterbukaan ini menghadirkan tantangan baru tersendiri dalam kancah pengembangan ilmu pengembangan studi islam. Maka tugas yang diemban Fakultas Dakwah hari ini adalah bagaimana menciptakan atau membangun serta memelihara nilai-nilai yang terus dikembangkan oleh masyarakat dari maraknya teknologi digital saat ini.

Tema ini sengaja diangkat karena didalamnya terdapat isu yang sangat serius untuk direspon oleh para mahasiswa dan juga dosen. Asror menyebutkan, keterbukaan tanpa batas ini ditandai dengan perubahan secara cepat dalam seluruh sektor kehidupan manusia. Salah satunya maraknya penggunaan teknologi digital yang tidak bisa ditampung.

Menurut Asror, era disrupsi ini menghadirkan nilai-nilai baru yang perlu kita respon dengan cepat. Karena nilai-nilai dulu yang pernah ada dan pernah berkembang di tengah-tengah masyarakat sudah digantikan dengan hal-hal baru, perubahan baru dan relasi sosial budaya baru. “Dan, ini bukan hanya pada tataran pemikiran idiologis tetapi juga pada tataran hal teknis,” ucapnya tegas.

Melalui seminar nasional yg dihadiri sekitar 800 mahasiswa Fakultas Dakwah, Asror berpesan agar anak didiknya bisa serius menyimak dengan baik terkait tantangan apa yang dihadapi di era ini. Selain itu, respon apa yang harus dilakukan untuk menghadapi era keterbukaan tanpa batas tersebut. "Mudah-mudahan dari seminar ini nantinya bisa mencetak sarjana-sarjana Fakultas Dakwah yang unggul dan mampu mengahadapi tantangan tersebut," harapnya.

Sementara itu, Mustain Mashud selaku pembicara utama menyampaikan revolusi ini diperkirakan akan mengubah secara fundamental tatanan dan peradaban masyarakat. Mengingat, teknologi sendiri hadir dari hasil proses kebiasaan dan pengetahuan masyarakat terhadap lingkuangannya.

Teknologi itu mampu menjadi kekuatan untuk membangun kebutuhan kebudayaan baik budaya agama, budaya lokal maupun budaya santri sekalipun. “Namun, teknologi sendiri justru bisa menjadi sumber perusak budaya lokal jika tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Mustain, guru besar asal Unair.

Penggunaan teknologi digital yang tidak terbatas akibat perkembangan internet yang begitu masif membuat disrupsi besar-besaran yang berpengaruh terhadap aktivitas manusia. Sehingga teknologi itu menjadi peluang sekaligus ancaman perubahan budaya.  

Jadi, tambah Mustain, teknologi itu memberi kemudahan kehidupan lebih komplit. Teknologi ijuga menjadikan diferensiasi sosial. “Artinya bisa menunjukkan keragaman yang dimiliki suatu bangsa karena masyarakat semakin mudah dalam berinteraksi sosial. Namun teknologi juga sebagai perusak prilaku sosial masyarakat," ucapnya. (Aqin/Choliq)

Berita Terbaru

Wisuda UIN KHAS Jember Berbalut Semangat Kartini, Perempuan Dominasi Prosesi
21 Apr 2026By humas
Alumni UIN KHAS Jember Luncurkan Beasiswa di Temu Alumni 2026
21 Apr 2026By humas
UM-PTKIN 2026 Resmi Dibuka: Simak Skema Seleksi, Jadwal, dan Strategi Lolosnya
19 Apr 2026By humas

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;